Ads 468x60px

Friday, November 2, 2012

MODEL PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN DENGAN METODE IMAJINASI JIWA DI KELAS 1 SMA


PROPOSAL PENELITIAN

MODEL PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN DENGAN METODE IMAJINASI JIWA DI KELAS 1 SMA

1.1 Latar Belakang Masalah
Manusia dalam kehidupan sehari-hari pastilah tidak terlepas dari komunikasi dengan manusia lainnya. Begitupun dengan siswa di sekolah bergaul dengan siswa lainnya dan dengan guru yang ada di sekolahnya tentunya menggunakan bahasa sebagai perantara hubungan komunikasi tersebut.
Salah satu fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Komunikasi akan berlangsung apabila seseorang berhubungan dengan orang lain. Hal ini tercermin pula dalam komunikasi pendidikan. Pada proses interaksi tersebut bahasa sangat memegang peranan penting.
Interaksi berbahasa antara siswa dengan guru dalam pengajaran harus ada dukungan unsur-unsur lain tersebut diantaranya: siswa, materi, metode, teknik, dan sarana. Demikian halnya dalam proses pengajaran bahasa. Proses pengajaran bahasa bertujuan untuk memperoleh keterampilan berbahasa.
Menurut Henry Guntur Tarigan dalam bukunya yang berjudul "Menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa", mengatakan bahwa keterampilan berbahasa mempunyai empat komponen yaitu:
  1. Keterampilan menyimak
  2. Keterampilan berbicara
  3. Keterampilan membaca
  4. Keterampilan menulis (Tarigan. 1994:1).
Keterampilan berbahasa yang baik dapat menjadikan seseorang dapat bersungguh-sungguh dalam mencurahkan pengalaman, perasaan atau gagasan sehingga tercipta suatu karangan yang komunikatif, dan dapat dipahami oleh pembacanya.
Faktor guru sangat berperan dalam menentukan tercapai tidaknya tujuan pengajaran. Keberhasilan guru mengajar tidak hanya ditentukan oleh penampilan fisik, tetapi ditunjang oleh faktor-faktor lainnya seperti buku penunjang dan kondisi kelas. Seorang guru diharapkan mampu memilih metode dan teknik yang tepat dalam proses belajar mengajar di kelas.
Dengan demikian dalam mengajar guru perlu menguasai berbagai metode dan teknik. Dengan adanya variasi metode dan teknik dalam mengajar akan lebih menarik perhatian siswa dan tidak menimbulkan rasa bosan pada siswa. Dengan menggunakan metode dan teknik mengajar yang lebih baik dan efektif cenderung menghasilkan prestasi belajar yang optimal.
Dalam pembelajaran menulis khususnya menulis karangan bebas, metode dan teknik pembelajaran bisa bermacam-macam. Metode pembelajaran menulis yang dipergunakan biasanya inquiry, metode kontekstual, dan Iain-lain.
Berdasarkan uraian di atas penulis ingin mencoba menerapkan metode yang lain dari yang telah disebutkan di atas. Untuk itu penulis memilih judul penelitian sebagai berikut. "Model Pembelajaran Menulis Karangan dengan Metode Imajinasi Jiwa di Kelas 1 SMA   "

1.2 Pembatasan dan Rumusan Masalah
1.2.1 Pembatasan Masalah
Masalah yang akan dibahas dibatasi pada pembelajaran menulis karangan dengan menggunakan metode imajinasi jiwa di kelas 1 SMA    tahun pelajaran 2011/2012.
1.2.2 Rumusan Masalah
Adapun masalah yang harus dijawab pada penelitian ini dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut.
  1. Apakah siswa kelas 1 SMA    tahun pelajaran 2011/2012 mampu menulis karangan deskripsi dengan menggunakan metode imajinasi jiwa?
  2. Apakah Metode Imajinasi Jiwa dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan argumentasi siswa kelas l SMA    Tahun Pelajaran 2011/2012?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran mengenai hal berikut ini.
  1. Kemampuan siswa kelas 1 SMA    tahun pelajaran 2011/2012, dalam menulis karangan menggunakan metode imajinasi jiwa.
  2. Dapat mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas 1 SMA    tahun pelajaran 2011/2012, dengan menggunakan metode imajinasi jiwa dalam pembelajaran menulis karangan.
1.3.2 Manfaat Penelitian
Penulis berharap timbul beberapa manfaat sebagai berikut.
  1. Siswa memperoleh pengajaran keterampilan menulis dengan metode imajinasi jiwa, sehingga siswa dapat mengenal metode imajinasi jiwa, dan berani mencurahkan ide dan gagasan secara tepat.
  2. Siswa aktif menggunakan dan mengaplikasikan bahasa sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa dalam suasana komunikasi yang baik.

1.4 Anggapan dasar
Sebagai titik tolak dalam melaksanakan penelitian ini, penulis berpegang pada anggapan dasar berikut.
  1. Faktor metode merupakan faktor yang menentukan keberhasilan suatu pengajaran.
  2. Penggunaan metode yang sesuai dengan tujuan pembelajaran akan menentukan hasil kegiatan belajar mengajar yang baik.
  3. Metode Imajinasi Jiwa adalah metode yang dapat menumbuhkan kreativitas siswa dan tepat digunakan untuk mengajarkan menulis karangan deskripsi.

1.5 Hipotesis
Berdasarkan anggapan dasar di atas penulis mempunyai hipotesis sebagai berikut.
  1. Siswa kelas 1 SMA    mampu menulis karangan argumentasi dengan menggunakan met ode imajinasi jiwa.
  2. Metode imajinasi jiwa dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan argumentasi.

1.6 Definisi Operasional
Judul skripsi sebagai berikut. "Model Pembelajaran menulis karangan dengan menggunakan Metode Imajinasi Jiwa di kelas 1 SMA    Tahun Pelajaran 2011/2012".
Penulis akan menjelaskan istilah yang terdapat dalam judul, untuk menghindarkan penafsiran yang berbeda. Istilah yang terdapat dalam judul adalah sebagai berikut.
  1. Model adalah contoh/acuan
  2. Pembelajaran adalah proses pembuatan menjadikan orang belajar.
  3. Menulis adalah melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu.
  4. Metode adalah cara melakukan sesuatu.
  5. Imajinasi Jiwa adalah suatu kegiatan yang berdasar pada riset imajinasi visual siswa dapat menciptakan gagasan mereka sendiri.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis simpulkan bahwa, Model Pembelajaran menulis dengan metode Imajinasi Jiwa, merupakan suatu acuan dalam menyampaikan materi menulis karangan argumentasi dengan menggunakan imajinasi jiwa, atau penciptaan gagasan siswa sendiri.

1.7 Metode dan Teknik Penelitian
1.7.1 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode Eksperimen, yaitu prosedur penelitian yang dilakukan untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dua variabel atau lebih dengan menggunakan variabel yang lain.
Dalam metode ini diberikan variabel bebas secara sengaja kepada objek penelitian untuk diketahui akibatnya di dalam variabel terikat. Metode ini dilakukan dengan melakukan percobaan secara cermat untuk mengetahui hubungan sebab akibat antara gejala yang timbul dengan variabel yang diadakan. Variabel yang sengaja diadakan disebut sebagai variabel eksperimen atau perlakuan yang berfungsi sebagai variabel bebas. Perlakuan yang diberikan pada objek penelitian terdiri atas lebih dari satu bentuk yang dibandingkan dengan pengaruh antara beberapa bentuk perlakuan itu melalui akibat yang ditimbulkannya dalam variabel terikat.

1.7.2 Teknik Penelitian
Untuk menunjang metode tersebut di atas penulis menggunakan teknik penelitian sebagai berikut.
  1. Studi Lapangan
Pengambilan data secara langsung oleh penulis dengan bentuk teknik observasi yaitu pengamatan langsung ke lapangan dengan jalan mencatat data dan fakta dan sekaligus turut serta dalam proses kegiatan tersebut yang berkaitan dengan topik yang akan dibahas.
  1. Studi Kepustakaan
Pengumpulan data dan informasi dengan cara mempelajari buku serta catatan-catatan lain berkaitan dengan penulisan laporan ini 3. Tes Pemberian tugas kepada objek penelitian sebagai sumber data penelitian bagi Penulis.
1.8 Populasi dan Sampel
1.8.1 Populasi
Jumlah siswa kelas 1 SMA    yaitu 362 siswa terdiri atas 9 kelas dan terbagi 4 jurusan diantaranya Administrasi Perkantoran, Akuntansi, Penjualan dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
1.8.2 Sampel
Sampel yang digunakan adalah kelas 1 Administrasi Perkantoran sebanyak 41 siswa.

1.9 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Studi kepustakaan
Teknik ini digunakan untuk mempelajari dan mengkaji sumber-sumber kepustakaan yang dianggap penting dan relevan guna mendapatkan informasi yang bermanfaat sebagai landasan teori, bahan rujukan, bahan pembelajaran, dan sebagainya.
  1. Uji coba
Dilaksanakan dengan cara mengujicobakan ranpel yang telah penulis siapkan.

  1. Observasi
Penulis gunakan untuk mendapatkan data tes keterampilan menulis karangan argumentasi siswa.
  1. Teknik analisis
Digunakan untuk mengumpulkan data tes keterampilan menulis karangan argumentasi siswa dari aspek bahasa tulis yang digunakan dalam karangan.
  1. Tes
Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa hasil karangan siswa. Oleh karena itu, teknik yang relevan dengan data yang akan dikumpulkan yaitu tes.
Tes kemampuan menulis cukup potensial untuk dijadikan tes yang bersifat pragmatis. Tes menulis bukan semata-mata tugas untuk menghasilkan bahasa saja, melainkan bagaimana mengungkapkan gagasan dengan menggunakan sarana bahasa tulis secara tepat.
Sebagaimana halnya dengan tes kemampuan berbahasa lainnya, tes kemampuan menulis pun harus diberi nilai. Penilaian terhadap hasil karangan mempunyai kelemahan pokok, yaitu rendahnya kadar objectivities. Bagaimanapun unsur subjektivitas penilai pasti berpengaruh. Namun demikian, dalam penelitian ini penulis berusaha memilih model penilaian yang memungkinkan penilai untuk memperkecil kadar subyektivitas.
Setelah karangan siswa terkumpul, penulis melakukan penilaian. Langkah pertama yang dilakukan adalah penilaian secara menyeluruh berdasarkan kesan yang diperoleh dari membaca secara sepintas. Langkah berikutnya agar penilaian bersifat obyektif, penulis melakukan penilaian yang bersifat analisis. Penilaian yang bersifat analisis merinci karangan ke dalam aspek-aspek atau kategori-kategori tertentu (Nurgiyantoro, 1995: 305-306).

1.10 Teknik Pengolahan Data
Teknik pengolahan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode statistik. Teknik statistik yang digunakan untuk membuktikan hipotesis dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:
  1. Menghitung nilai rata-rata.
  2. Menghitung simpangan baku
  3. Uji homogenitas
Uji normalitas distribusi. Uji kenormalan ini bertujuan untuk mengetahui apakah data hasil dari pengukuran normal atau tidak. Uji yang digunakan adalah uji kenormalan Lilliefors.

1.11 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga mudah diolah (Arikunto, 1997 : 151). Berdasarkan pengertian tersebut, maka instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut:
  1. Wacana karangan argumentasi
  2. Format penilaian karangan argumentasi
  3. Lembar soal tes keterampilan menulis karangan argumentasi


DAPTAR PUSTAKA


Dahlan, M.D .1990. Model- Model Mengajar . :Dipenogoro.
Depdikbud. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Fauzi, Harry D. 1997. Sastra Indonesia .Teori dan Apresiasi,  : CV Jatnika.
Hasan, Mansyur dan Sujito. 1991 Keterampilan Menulis Paragraf.  : Remadja Rosdakarya.
Keraf, Gorys. 1993 Komposisi Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Ende : Nusa Indah. Argumentasi dan Narasi Jakarta: Gramedia.
Mulyono .Iyo. 1982 . Menulis Alinea dan Paragraf Macam Karangan.  : FKKS-IKIP.
Paarera. J.D. 1993 . Menulis Tertib dan Sistematik.. Jakarta: Erlangga.
Sudjana. 1996 Teknik Analisis Data Kualitatif.  : Penerbit Tarsito.
Sujana , Nana . 2003 Tuntutan Penyusunan Karya Iimiah.  : Sinar Baru Algensindo.
Surachmad. Winarno. 1980 Pengantar Penelitian Ilmiah dan Metode Teknik. : Tarsito.
Tarigan, H. G. 1986 Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.  Angkasa.


1 komentar: